Posted by: aiyuu | December 10, 2009

confession

kau tak akan pernah tahu…
bahkan saat malam mulai menyapa pagi, aku masih tergugu dalam tangisku
pun dalam mimpi yang sudah berpenghuni
menyesali sesuatu yang tak pernah benar tapi jua kulakukan

aku memang bukan seorang pencinta yang baik, sayangku
meski dalam penuh aku mencintaimu dengan tulus
meski dunia mengatakan iri melihatmu memiliki aku
ah, sungguh aku tak pernah bisa membuatmu berbahagia seluruhnya

kejam
egoisku sangat tak berperasaan
cemburuku membunuh setiap keramahan yang tak terasa manis oleh hati kecilku
hanya karena aku mencintaimu, sayangku
hanya karena itu

maka sungguh tak ada perang yang sengaja aku sulutkan
tidak, meski terkadang liar kataku dalam pengucapan

dan telah kukunci seluruh pintu
tak ada lagi sambungan ceritaku dengan masa lalu yang tlah kuabaikan
karena tak ada lagi yang diinginkan
kecuali kecintaanmu atas kehidupan bersamaku yang diberikan Tuhan

ampuni aku,
seandainya aku belum juga mampu
belum sanggup mencintaimu dengan cara yang kau harapkan dapat kulakukan

aku mencintaimu.

Posted by: aiyuu | December 8, 2009

membeli logika

maaf, jika aku sama sekali tak bisa
menjalinkan senyum manis yang selalu kan ada
dalam perih yang kadung menjalari sukma
entah sebab apa yang mungkin tlah berwarna nyata
lalu bisa saja terhapus begitu saja

tak ada
kecuali cemburu
karena rasa yang menderu, berpacu dengan kata tak mau tahu
aku tahu, aku terlalu sungguh tak tahu malu

tapi, tidakkah kau tahu; aku mencintaimu dengan sungguh begitu?
hanya karena tak mau mereka mengambilmu
sungguh tak akan kubiarkan mereka bersentuhan dengan milikku
karena satu
mereka bukan pilihanku

jika aku harus mengesampingkan segala rasa; terkecuali cinta
pun harus mengenyahkan rasa cemburu
maka;
di manakah aku harus membeli logika?

Posted by: aiyuu | December 5, 2009

candu

maka
tak pernah ku mampu terlepas candu
rindu
yang merayu tiada ragu jerat hatiku

jarak menjadi teman cerita bagiku
terhadap waktu
yang menari tak kenal lelah tanpa berhenti
mengantarku nanti
menemuimu sebagai mimpi
terwujud dengan pasti
karena samsara
tak ada yang mampu merubah cerita

dan candu
aku masih serupa lilin yang kepada api aku menunggu
mengabdi
mencandu
kepadamu yang tlah menjadi hadiah atas doaku

Posted by: aiyuu | October 23, 2009

adalah rindu

kau akan merasakannya seperti cokelat yang manis
bahkan kadang
seperti pare yang pahit
menusuk lidah

maka
seperti itulah yang orang namakan rindu
bagaimana dengan punyamu?

Posted by: aiyuu | October 22, 2009

yang terjadi…

yang terjadi…
adalah sesuatu yang telah kita pilih
atas segala macam dan beribu pilihan yang tengah disajikan oleh hidup

yang terjadi…
aku mencintaimu
demikian pula atasmu padaku…

maka,
yang terjadi adalah bertahan memperjuangkan keyakinan…

Posted by: aiyuu | October 22, 2009

tidak sedang bercanda

aku tidak sedang bercanda
apalagi mempermainkan hidupku sendiri
hanya saja, bukankah bermain itu terdengar menyenangkan?
membuatnya lebih berwarna
sedikit saja, sedikit tercampur rasa dan aroma lain yang sengaja dicipta
aih, bahkan katak pun masih senang bercengkrama dengan hujan yang menari

aku
sungguh tidak sedang bercanda
mencintaimu
dalam ketiadaan asa sekalipun yang dapat kupeluk nyata
tapi benar ini masihlah aku yang belia
masa seperempat abad yang belum jua mampu mendidikku menjadi perempuan dewasa sepenuhnya
salahkah? tentu tidak…
kelirukah? kuyakini tidak…
aku hanya belum selesai membaca satu per satu petunjuk jalan dalam hidupku
yang harus kupatuhi setapak demi setapak…

bahkan tujuanku pun, meski kabur telah kutuliskan nyata dalam mimpiku
sungguh
aku tidak sedang bercanda…
bahkan ketika dunia mencibirku
meludahiku
mengerdilkan harapanku
juga menghabiskan sisa kekuatanku
aku tidak sedang bercanda…
karena aku bahagia
bersamamu
kamu yang bersamaku akan menghapus dosa yang telah lalu…

Posted by: aiyuu | October 13, 2009

lega

kau tahu rasanya?
lega
saat tak ada lagi apa-apa yang menjadi benalu
menjadi para nenek sihir
menjadi tamu yang tak diundang
dalam hidupku
bersamamu

juga tak lagi aku terbayangi oleh kelam
oleh sesuatu yang menggelayuti kaki dan hatiku

hm…
Tuhan, apakah Kau sibuk?
aku hanya ingin mengucapkan terima kasih tak terhingga kepadaMu…
atas rasa bernama lega ini

Posted by: aiyuu | September 28, 2009

don’ t touch mine!

Menjauh dariku
Atau kuhancurkan
Jangan mengusikku
Atau kutiadakan eksistensimu

Jaga jarakmu
Kendalikan rasamu
Dan genggam erat-erat pakem yang berlaku

Kau berhadapan denganku
Kau berurusan dengan duniaku
Maka jangan kau ganggu bahagiaku
Atau kini, kelak dan nanti
Akan kubangun sesal atas namamu

Ya, don’ t touch mine!
Jika tak ingin mencicipi duka yang menyiksa

Posted by: aiyuu | September 28, 2009

cerita di atas rel kereta

: kami dalam cerita

Aku yakin, mereka melakukan ini karena cinta
Demi hidup yang menjadi tanggung jawabnya
Bahkan demi mimpi yang tengah dirakitnya

Tak kupejamkan mataku, tapi kuhibur telinga melalui iPod yang sedari tadi riang bernyanyi
Ada di antara mereka yang terlelap
Di kursi di depan tempatku
Di lorong dan lantai yang kotor
Bahkan di sambungan antar gerbong, di antara celah toilet yang harusnya tak berpenghuni

Mereka terduduk pasrah
Menikmati deru suara lokomotif yang meraung
Dan aku menjadi lebih beruntung karenanya
Tempatku nyaman, meski hatiku sendirian
Ah, salut hati sebab tak kulihat wajah mereka cemas
Bayangan ibukota nan kejam, jauh lebih menjadi sebuah tujuan
Mereka dan aku sama
Ternyata tak berbeda

Purwojaya Lebaran, seat 16 D menjadi bagianku
Debu ringan menyapa halus, tak kentara pada setiap apa yang ada di sekitarku
Kereta ini tak memiliki pendingin udara
Siag ini hawa sumuk dan pengap menjadi kawan setia
Semua asyik bercerita dalam versinya yang segala rupa
Aku bersama cinta pada lelakiku

Lalu aku dengan duniaku
Di luar kereta kulihat hidup bermain dalam kisah yang berbeda
Aku layaknya menikmati reality show tanpa rekayasa
Dan sudah sepantasnya aku mensyukuri milikku

Maka melajulah kami, berharap hanya sebentar berpisah dengan para wajah cinta yang mulia..
Kembali pulang nanti melengkapi bahagia..

~ my another long way, long story : Purwokerto – Jakarta, Purwojaya Kelas Bisnis ~

Posted by: aiyuu | September 28, 2009

air mata sialan

: kekurangsempurnaanku

Iya sayang, aku tahu persis
Bahwa kau membenci air mataku
Kau tak suka aku menangis
Kau ingin aku tertawa
Dan karenanya aku mencintaimu

I am sorry, darling..
Air mata sialan ini kadang menawanku
Hanya karena tak ada lagi kawan kecuali dia

Aku bahagia dalam pelukmu
Aku tersanjung karena tulusmu

Tapi air mata sialan ini
Kadang hanya ingin membantuku merasa lega
Atas himpit rasa yang mendera
Atas dunia yang tak slalu berwarna

[menunggumu pulang, purwokerto, 26 September 2009]

Older Posts »

Categories