adalah rindu

23 10 2009

kau akan merasakannya seperti cokelat yang manis
bahkan kadang
seperti pare yang pahit
menusuk lidah

maka
seperti itulah yang orang namakan rindu
bagaimana dengan punyamu?





yang terjadi…

22 10 2009

yang terjadi…
adalah sesuatu yang telah kita pilih
atas segala macam dan beribu pilihan yang tengah disajikan oleh hidup

yang terjadi…
aku mencintaimu
demikian pula atasmu padaku…

maka,
yang terjadi adalah bertahan memperjuangkan keyakinan…





tidak sedang bercanda

22 10 2009

aku tidak sedang bercanda
apalagi mempermainkan hidupku sendiri
hanya saja, bukankah bermain itu terdengar menyenangkan?
membuatnya lebih berwarna
sedikit saja, sedikit tercampur rasa dan aroma lain yang sengaja dicipta
aih, bahkan katak pun masih senang bercengkrama dengan hujan yang menari

aku
sungguh tidak sedang bercanda
mencintaimu
dalam ketiadaan asa sekalipun yang dapat kupeluk nyata
tapi benar ini masihlah aku yang belia
masa seperempat abad yang belum jua mampu mendidikku menjadi perempuan dewasa sepenuhnya
salahkah? tentu tidak…
kelirukah? kuyakini tidak…
aku hanya belum selesai membaca satu per satu petunjuk jalan dalam hidupku
yang harus kupatuhi setapak demi setapak…

bahkan tujuanku pun, meski kabur telah kutuliskan nyata dalam mimpiku
sungguh
aku tidak sedang bercanda…
bahkan ketika dunia mencibirku
meludahiku
mengerdilkan harapanku
juga menghabiskan sisa kekuatanku
aku tidak sedang bercanda…
karena aku bahagia
bersamamu
kamu yang bersamaku akan menghapus dosa yang telah lalu…





lega

13 10 2009

kau tahu rasanya?
lega
saat tak ada lagi apa-apa yang menjadi benalu
menjadi para nenek sihir
menjadi tamu yang tak diundang
dalam hidupku
bersamamu

juga tak lagi aku terbayangi oleh kelam
oleh sesuatu yang menggelayuti kaki dan hatiku

hm…
Tuhan, apakah Kau sibuk?
aku hanya ingin mengucapkan terima kasih tak terhingga kepadaMu…
atas rasa bernama lega ini





don’ t touch mine!

28 09 2009

Menjauh dariku
Atau kuhancurkan
Jangan mengusikku
Atau kutiadakan eksistensimu

Jaga jarakmu
Kendalikan rasamu
Dan genggam erat-erat pakem yang berlaku

Kau berhadapan denganku
Kau berurusan dengan duniaku
Maka jangan kau ganggu bahagiaku
Atau kini, kelak dan nanti
Akan kubangun sesal atas namamu

Ya, don’ t touch mine!
Jika tak ingin mencicipi duka yang menyiksa





cerita di atas rel kereta

28 09 2009

: kami dalam cerita

Aku yakin, mereka melakukan ini karena cinta
Demi hidup yang menjadi tanggung jawabnya
Bahkan demi mimpi yang tengah dirakitnya

Tak kupejamkan mataku, tapi kuhibur telinga melalui iPod yang sedari tadi riang bernyanyi
Ada di antara mereka yang terlelap
Di kursi di depan tempatku
Di lorong dan lantai yang kotor
Bahkan di sambungan antar gerbong, di antara celah toilet yang harusnya tak berpenghuni

Mereka terduduk pasrah
Menikmati deru suara lokomotif yang meraung
Dan aku menjadi lebih beruntung karenanya
Tempatku nyaman, meski hatiku sendirian
Ah, salut hati sebab tak kulihat wajah mereka cemas
Bayangan ibukota nan kejam, jauh lebih menjadi sebuah tujuan
Mereka dan aku sama
Ternyata tak berbeda

Purwojaya Lebaran, seat 16 D menjadi bagianku
Debu ringan menyapa halus, tak kentara pada setiap apa yang ada di sekitarku
Kereta ini tak memiliki pendingin udara
Siag ini hawa sumuk dan pengap menjadi kawan setia
Semua asyik bercerita dalam versinya yang segala rupa
Aku bersama cinta pada lelakiku

Lalu aku dengan duniaku
Di luar kereta kulihat hidup bermain dalam kisah yang berbeda
Aku layaknya menikmati reality show tanpa rekayasa
Dan sudah sepantasnya aku mensyukuri milikku

Maka melajulah kami, berharap hanya sebentar berpisah dengan para wajah cinta yang mulia..
Kembali pulang nanti melengkapi bahagia..

~ my another long way, long story : Purwokerto – Jakarta, Purwojaya Kelas Bisnis ~





air mata sialan

28 09 2009

: kekurangsempurnaanku

Iya sayang, aku tahu persis
Bahwa kau membenci air mataku
Kau tak suka aku menangis
Kau ingin aku tertawa
Dan karenanya aku mencintaimu

I am sorry, darling..
Air mata sialan ini kadang menawanku
Hanya karena tak ada lagi kawan kecuali dia

Aku bahagia dalam pelukmu
Aku tersanjung karena tulusmu

Tapi air mata sialan ini
Kadang hanya ingin membantuku merasa lega
Atas himpit rasa yang mendera
Atas dunia yang tak slalu berwarna

[menunggumu pulang, purwokerto, 26 September 2009]





jangan kapok ya sayang…

28 09 2009

: aku dan kamu

Kau bercinta denganku
Dalam terjal dan liku jalan yang sesekali melayukan asa
Ah, tapi bahkan terlalu indah bukan untuk dilalaikan?
Bahwa terlampau pagi untuk mengalah pada kemustahilan

Jangan kapok ya sayang..
Menemaniku tertawa dalam perih hidup yang mendera
Jangan bosan ya sayang, untuk mencintaiku dengan benar
Mendengarkan omelanku
Bahkan candaku yang kadang terlalu wagu
Kau partnerku yang paling mulia

Kau bilang kan, tak akan dilepaskan
Maka aku pun tak pernah menyerah dalam kepasrahan tanpa upaya

Jangan kapok ya sayang,
Untuk bersamaku menggapai matahari..

** 24 – 25 September 2009: Purwokerto – Jogja – Solo – Karanganyar – Matesih :)





jangan nelangsa

28 09 2009

: aku

Selamat pagi dunia!

Hanya tak ingin ada air mata
Karena dia membencinya
Karena aku lelah untuk nelangsa

Maka tetap kutegakkan kepala
Menempelkan senyum indah yang ceria
Demi mereka
Agar mereka menjadi tertular bahagia
Tanpa ada sedikitpun risau
Terhadapku

Selamat pagi dunia!
Aku hanya ingin pulang bersamanya..





mengenai cinta (kita)

28 09 2009

: kita

Rasaku mati suri
Saat sama mendengar
Meningginya nada suara
Bagaimana cinta bekerja?

Aku limbung
Frustasi dalam asa yang bersembunyi
Maukah berubah nyata?

Menjadi hidup untukku
Menjadi bahagia atas rinduku

Karena aku lemah dalam sendiri
Membayangkan tanpamu
Dan kalah
Berperan dalam permainan
Take it..
Or leave it?

Bahkan dalam gempita
Aku hanya memerlukanmu
Karena secara sederhana
Aku hanya ingin mencintaimu..

.. love you tidak terkira..