Posted by: aiyuu | May 30, 2010

habislah

sayang, aku sudah tidak lagi berkawan
dengan obsesi
dengan karat yang menempel
menggumpal
mengotori hatiku

aku tlah sepenuhnya
memilih
untuk menjadi milikmu
seperti yang senantiasa kulakukan
selalu

maka habislah
tak ada lagi sisa rasa manis serupa racun
yang memalsu ke dalam hidupku

aku tak kemana,  sayang
hidupku tlah terpatri dengan punyamu

Advertisement

Responses

  1. Wauw … kenen xekali …

    ” Aku tak kemana, sayang
    Hidupku tlah terpatri, ter-lem superglue, terbaut, dan diikat erat-erat dengan punyamu ”

    Wak wek wok … mantaap.

    • * didit: hahaha, asem, kamu ini meledek aku ya? :P

      • Hahaha bukaaan,
        kalo menurutku patri tuh kurang nempel …
        masih perlu perekat sebanyak-banyaknya,
        biar makin ga mungkin dilepas … wkwkwk

        Kalo puisimu kan ciri khasnya bahasa-bahasa keren.
        Kalo aku biasanya pake bahasa-bahasa konyol dan gokil.

        Kekekeke.

  2. * didit: hahaha, baiklah baik.. sesudah dilem trus dikasi lakban yang warna cokelat muda itu :D

    .. terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentarnya :)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.