sayang, aku sudah tidak lagi berkawan
dengan obsesi
dengan karat yang menempel
menggumpal
mengotori hatiku
aku tlah sepenuhnya
memilih
untuk menjadi milikmu
seperti yang senantiasa kulakukan
selalu
maka habislah
tak ada lagi sisa rasa manis serupa racun
yang memalsu ke dalam hidupku
aku tak kemana, sayang
hidupku tlah terpatri dengan punyamu
Advertisement
Wauw … kenen xekali …
” Aku tak kemana, sayang
Hidupku tlah terpatri, ter-lem superglue, terbaut, dan diikat erat-erat dengan punyamu ”
Wak wek wok … mantaap.
By: Dee JBSO on May 30, 2010
at 11:36 pm
* didit: hahaha, asem, kamu ini meledek aku ya?
By: aiyuu on May 30, 2010
at 11:47 pm
Hahaha bukaaan,
kalo menurutku patri tuh kurang nempel …
masih perlu perekat sebanyak-banyaknya,
biar makin ga mungkin dilepas … wkwkwk
Kalo puisimu kan ciri khasnya bahasa-bahasa keren.
Kalo aku biasanya pake bahasa-bahasa konyol dan gokil.
Kekekeke.
By: Dee JBSO on May 30, 2010
at 11:50 pm
* didit: hahaha, baiklah baik.. sesudah dilem trus dikasi lakban yang warna cokelat muda itu
.. terima kasih sudah membaca dan meninggalkan komentarnya
By: aiyuu on May 30, 2010
at 11:53 pm